Selasa, 23 Februari 2010

PERATURAN PERTANDINGAN, TEKNIK TANDING, TEKNIK PEREGANGAN DAN JURUS TUNGAL BAKU

Taufik Hidayat S.Pd.I
thaufiexroshan@yahoo.co.id
Persaudaraan Setia Hati Terate
Cabang kampar
v LATAR BELAKANG
Pada Kongres PERSILAT tahun 1998, Jurus Tunggal Baku ditetapkan menjadi salah satu
kategori yang dipertandingkan. Jurus ini disusun oleh tim yang anggotanya terdiri dari
pakar pencak silat dari empat negara pendiri PERSILAT, yaitu:
§ IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia)
§ PERSISI (Persekutuan Silat Singapura)
§ PESAKA (Persekutuan Silat Kebangsaan Malaysia)
§ PERSIB (Persekutuan Silat Kebangsaan Brunei Darussalam)
Seluruh gerak yang terdapat di dalam jurus ini diharapkan dapat mewakili gerak pencak
silat yang sudah disepakati sebagai beladiri asli dari kawasan Asia Tenggara. Di samping
itu dengan adanya rangkaian jurus standar internasional ini dapat pula digunakan sebagai
sarana pemersatu seluruh insan pencak silat.
Peraturan Pertandingan Pencak Silat Antarabangsa yang telah ditetapkan dalam Rapat
Teknik PERSILAT pada tanggal 26 September 1998 tersebut tidak boleh diubah oleh
lembaga organisasi apapun kecuali oleh PERSILAT dan harus diikuti serta dilaksanakan
oleh seluruh anggotanya, termasuk Indonesia sebagai salah satu Anggota Pendiri
PERSILAT.
Namun, disebabkan Peraturan Pertandingan PERSILAT tersebut dirasakan masih
terdapat beberapa kekurangan yang perlu dijelaskan secara lebih rinci dalam teknis
pelaksanaannya, maka pada MUNAS IPSI X yang diselenggarakan di Jakarta pada
tanggal 16 – 18 September 1999 disepakati perlunya diberikan penjelasan-penjelasan
yang tidak mengubah secara prinsip peraturan pertandingan tersebut. Oleh sebab itu,
maka Penjelasan Peraturan Pertandingan ini juga bersifat mengikat serta harus dipatuhi
dan dilaksanakan oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia dan semua jajarannya. Di bawah ini
akan diuraikan peraturan tentang pertandingan pencak silat Antarabangsa kategori
TUNGGAL yang diambil dari Penjelasan Peraturan Pertandingan hasil Munas.
v PERATURAN PERTANDINGAN
o Penggolongan Pertandingan dan Ketentuan tentang Umur
Penggolongan pertandingan Pencak Silat menurut umur dan jenis kelamin untuk semua
kategori terdiri atas:
1. Pertandingan Golongan DEWASA untuk Putra dan Putri, berumur di atas 17 tahun
s/d 35 tahun.
2. Pertandingan Golongan REMAJA untuk Putra dan Putri, berumur di atas 14 tahun
s/d 17 tahun.
Kebenaran tentang umur pesilat yang mengikuti pertandingan dibuktikan dengan Akte
Kelahiran /Ijasah/ paspor (aslinya diperlihatkan pada saat pendaftaran).
o Gelanggang
Pertandingan dapat dilaksanakan dalam gelanggang berupa lantai yang dilapisi matras
dengan tebal maksimal 5 cm, permukaan rata dan tidak memantul, boleh ditutup
dengan alas yang tidak licin, berukuran 10 m x 10 m dengan warna dasar hijau terang
dan garis berwarna putih sesuai dengan keperluannya, disediakan oleh Komite
Pelaksana. Gelanggang penampilan untuk kategori Tunggal adalah bidang gelanggang
dengan ukuran 10 m x 10 m.
o Pakaian
Pakaian Pencak Silat model standar, warna bebas dan polos (celana dan baju boleh
dengan warna yang sama atau berbeda). Memakai ikat kepala dan kain samping warna
polos atau bercorak. Pilihan dan kombinasi warna diserahkan kepada peserta. Boleh
memakai badge IPSI di dada sebelah kiri.
o Senjata
Golok atau parang dengan ukuran antara 30 cm s.d. 40 cm dan Tongkat terbuat dari
rotan dengan ukuran panjang antara 150 cm s.d. 180 cm, dengan garis tengah 2,5 cm
s.d. 3,5 cm.
o Waktu Pertandingan
Waktu penampilan adalah 3 (tiga) menit.
o Tata Cara Pertandingan
1. Pelaksanaan pertandingan didahului dengan masuknya para Juri dari sebelah
kanan Ketua Pertandingan dan setelah memberi hormat serta menyampaikan
laporan tentang akan dimulainya tugas penjurian kepada Ketua Pertandingan, para
Juri mengambil tempat yang telah ditentukan.
2. Senjata yang akan dipergunakan sudah diperiksa dan disahkan oleh Ketua
Pertandingan, kemudian diletakkan pada standar yang disediakan oleh Panitia
Penyelenggara.
3. Pesilat yang akan melakukan peragaan, memasuki gelanggang dari sebelah kiri
Ketua Pertandingan, berjalan menurut adab yang ditentukan, menuju ke titik tengah
gelanggang. Memberi hormat kepada Ketua Pertandingan dan selanjutnya berbalik
untuk memberi hormat kepada para Juri.
4. Sebelum peragaan dimulai Ketua Pertandingan memberi isyarat dengan bendera
kuning kepada para Juri, Pengamat Waktu, dan Aparat Pertandingan lainnya agar
bersiap untuk memulai tugas.
5. Setelah selesainya pembukaan salam PERSILAT, gong tanda waktu dimulainya
pertandingan dibunyikan, dan peserta pertandingan langsung melaksanakan
peragaan tangan kosong dilanjutkan dengan bersenjata. Berakhirnya waktu yang
ditetapkan ditandai dengan bunyi gong.
6. Setelah waktu peragaan berakhir, pesilat memberi hormat kepada Juri dan Ketua
Pertandingan dari titik tengah gelanggang, dan selanjutnya meninggalkan
gelanggang dari sebelah kiri Ketua Pertandingan, berjalan menurut adab yang telah
ditentukan.
7. Para Juri kemudian memberikan penilaian untuk peragaan yang baru saja
berlangsung selama 30 (tiga puluh) detik.
8. Pengamat Waktu mencatat dan menandatangani formulir Catatan Waktu Peragaan
Pesilat untuk disahkan oleh Ketua Pertandingan dan segera diumumkan untuk
diketahui oleh Juri yang bertugas.
9. Pembantu Gelanggang mengambil formulir hasil penilaian Juri dan menyerahkan
kepada Dewan Juri.
10. Setelah selesai perhitungan para Juri meninggalkan tempatnya secara tertib
menuju Ketua Pertandingan, memberi hormat dan melaporkan tentang selesainya
pelaksanaan tugas. Selanjutnya para Juri meninggalkan gelanggang dari sebelah
kiri Ketua Pertandingan.
o Aturan Bertanding.
1. Peserta menampilkan Jurus Tunggal Baku selama 3 (tiga) menit terdiri atas tangan
kosong dan selanjutnya menggunakan senjata golok/parang dan tongkat. Toleransi
kelebihan atau kekurangan waktu adalah 5 (lima) detik. Bila penampilan lebih dari
batas toleransi waktu yang diberikan akan dikenakan hukuman.
2. Jurus Tunggal Baku diperagakan menurut urutan gerak, kebenaran rincian teknik
jurus tangan kosong dan bersenjata, irama gerak, kemantapan dan penjiwaan yang
ditetapkan untuk jurus ini.
3. Tidak diperkenankan bersuara selama waktu peragaan.
4. Bila pesilat tidak dapat melanjutkan penampilannya karena kesalahannya, peragaan
dihentikan oleh Ketua Pertandingan dan pesilat yang bersangkutan tidak mendapat
nilai.
o Hukuman, Undur Diri, dan Diskualifikasi
Hukuman pengurangan nilai dijatuhkan kepada peserta karena kesalahan terdiri atas:
a. Faktor kesalahan dalam rincian gerakan dan jurus.
- Pengurangan nilai 1 (satu) dikenakan kepada peserta setiap kali yang
bersangkutan melakukan kesalahan dalam rincian gerak dan kesalahan
urutan rincian gerak.
- Pengurangan nilai 1 (satu) dikenakan kepada peserta untuk setiap gerakan
- yang tertinggal (tidak ditampilkan).
- Pengurangan nilai 1 (satu) dikenakan kepada peserta setiap kali yang
bersangkutan menampilkan urutan jurus yang salah.
b. Faktor Waktu (Peragaan kurang atau lebih dari 3 menit).
- Penampilan kurang atau lebih dari 6 s.d. 15 detik dikenakan pengurangan nilai
10.
- Penampilan kurang atau lebih dari 16 s.d. 30 detik dikenakan pengurangan nilai
15.
- Penampilan kurang atau lebih dari di atas 30 detik dikenakan pengurangan nilai
20.
c. Faktor Lain-lain.
- Pengurangan nilai 5 (lima) dikenakan kepada peserta setiap kali yang
bersangkutan keluar dari gelanggang (10 m x 10 m).
- Pengurangan nilai 5 (lima) dikenakan kepada peserta setiap kali yang
bersangkutan lepas senjatanya di luar yang ditentukan.
- Pengurangan nilai 5 (lima) dikenakan kepada peserta setiap kali yang
bersangkutan memperdengarkan suara mulut (vokal).
- Pengurangan nilai 10 (sepuluh) dikenakan kepada peserta yang memakai
pakaian yang tidak sepenuhnya menurut ketentuan yang berlaku (tidak
sempurna)
d. Undur Diri.
Pesilat dinyatakan undur diri apabila setelah tiga kali pemanggilan oleh Sekretaris
Pertandingan tidak memasuki gelanggang untuk memperagakan Kategori Tunggal.
e. Diskualifikasi.
- Penilaian terhadap peserta menjadi batal, bila setelah berakhirnya penampilan
didapati bahwa ada jurus yang tidak dipergakan oleh peserta. Dalam hal ini
peserta dikenakan hukuman diskualifikasi.
- Pesilat yang memakai pakaian dan atau senjata yang menyimpang dari
ketentuan pertandingan dinyatakan diskualifikasi.
o Penilaian
Penilaian terdiri atas:
a. Nilai kebenaran yang mencakup unsur:
- Kebenaran gerakan dalam setiap jurus.
- Kebenaran urutan gerakan.
- Kebenaran urutan jurus,
Nilai diperhitungkan dari jumlah gerakan Jurus Tunggal Baku (100 gerakan)
dikurangi nilai kesalahan.
b. Nilai kemantapan yang mencakup unsur:
- Kemantapan gerak.
- Kemantapan irama gerak.
- Kemantapan penghayatan gerak.
- Kemantapan tenaga dan stamina.
Pemberian nilai antara 50 (lima puluh) s.d. 60 (enam puluh) angka yang dinilai
secara total/terpadu di antara keempat unsur Kemantapan.
o Penentuan dan Pengumuman Pemenang
• Pemenang adalah peserta yang mendapat nilai tertinggi untuk penampilannya.
• Bila terdapat nilai yang sama, pemenangnya adalah peserta dengan jumlah nilai
kebenaran tertinggi.
• Bila nilai masih tetap sama, pemenangnya adalah peserta yang mempunyai nilai
kemantapan, penghayatan, dan stamina tertinggi.
• Bila nilai masih tetap sama, pemenangnya adalah peserta dengan jumlah nilai
hukuman terkecil untuk ketepatan waktu.
• Bila nilai masih tetap sama, pemenangnya adalah peserta dengan jumlah nilai
hukuman terkecil.
• Bila nilai masih tetap sama, pemenangnya akan diundi oleh Ketua Pertandingan
disaksikan oleh Delegasi Teknik, Dewan Juri, dan Tim Manajer pesilat yang
bersangkutan.
• Pengumuman nilai perolehan peserta setiap kategori disampaikan setelah para Juri
menyelesaikan tugasnya menilai seluruh peserta pada setiap kategori Jurus Tunggal
Baku.
v TEKNIK TANDING
Ø Memilih Dan Mengaplikasikan Jurus Sesuai Dengan Peraturan
Pertandingan
Kategori tanding adalah salah satu bentuk pertandingan pencak silat di
samping kategori tunggal, ganda dan regu. Jurus-jurus yang digunakan dalam
kategori tanding semuanya berasal dari kaidah beladiri pencak silat, namun tidak
semua jurus dapat digunakan karena dalam peraturan pertandingan ada batasanbatasan
yang harus diperhatikan, di antaranya faktor keselamatan pesilat dan
obyektivitas dalam penilaian. Oleh karena itu dalam pertandingan pencak silat
kategori tanding tidak akan ditemukan jurus-jurus yang membahayakan dan
berakibat fatal bagi lawannya seperti mencengkram leher, menjambak rambut,
menusuk mata, atau mematahkan sendi. Jurus-jurus tersebut merupakan bentuk
pelanggaran berat, padahal justru teknik seperti itulah yang sering diajarkan di
perguruan pencak silat sebagai bagian dari teknik beladiri.
Definisi pertandingan pencak silat kategori tanding adalah pertandingan yang
menampilkan 2 (dua) orang pesilat dari kubu yang berbeda. Keduanya saling
berhadapan menggunakan unsur pembelaan dan serangan yaitu
menangkis/mengelak/mengena/menyerang sasaran dan menjatuhkan lawan,
penggunaan taktik dan teknik bertanding, ketahanan stamina dan semangat juang,
menggunakan kaidah dan pola langkah yang memanfaatkan kekayaan teknik jurus
untuk mendapatkan nilai terbanyak. Adapun yang dapat dijadikan sasaran sah dan
bernilai adalah bagian tubuh kecuali leher ke atas dan dari pusat ke kemaluan, yaitu
dada, perut (pusat ke atas), rusuk kiri dan kanan, dan punggung atau bagian belakang
badan.
Di dalam praktek, suatu perguruan pencak silat yang memiliki teknik beladiri bagus,
belum tentu menang dalam pertandingan pencak silat kategori tanding. Mengapa?
Banyak faktor yang menyebabkannya, namun yang paling berperan adalah atlet dan
pelatihnya kurang menguasai peraturan pertandingan, sehingga menyebabkan
kecolongan dalam pengumpulan nilai, atau mendapat diskualifikasi karena melakukan
pelanggaran berat, misalnya menyerang daerah terlarang.
Tentu saja hal tersebut sering mengakibatkan kesalahfahaman antara atlet/pelatih
dengan juri/wasit yang memimpin pertandingan. Bukan suatu yang aneh apabila ada
pesilat yang mengajukan protes karena merasa seharusnya dia yang menang, namun
menurut keputusan juri ia dinyatakan kalah. Hal ini sebenarnya tidak perlu terjadi bila
semua fihak di kalangan persilatan menguasai dengan benar peraturan pertandingan
pencak silat yang berlaku.
Ada beberapa hal yang bisa ditempuh oleh perguruan-perguruan pencak silat yang
baru pertama kali akan mengikuti pertandingan pencak silat ketegori tanding:
- Pelatih harus menguasai dengan benar peraturan pertandingan yang berlaku,
misalnya dengan mengikuti penataran-penataran yang biasanya diselenggarakan
oleh IPSI.
- Usahakan agar pengetahuan mengenai peraturan pertandingan pencak silat masuk
ke dalam kurikulum latihan di perguruan, sehingga setiap pesilat/anggota dapat
memahaminya dengan baik.
- Usahakan agar ilmu kesehatan dan olahraga masuk ke dalam kurikulum latihan,
karena selain kemahiran teknik faktor fisik memiliki peranan penting dalam
pertandingan.
- Pilihlah jurus-jurus yang paling memungkinkan dapat digunakan dalam pertandingan
untuk mengumpulkan nilai sebanyak-banyaknya.
- Sediakan peralatan yang menunjang dalam mempersiapkan diri mengikuti
pertandingan, seperti sansak, target, body protector, dan lain-lain.
- Adakan kejuaraan intern di perguruan yang menggunakan peraturan IPSI.
- Seringlah mengadakan sparring partner (latih tanding) di perguruan pada setiap
latihan.
- Adakan training center (pemusatan latihan) dalam waktu yang memadai sebelum
menghadapi suatu event kejuaraan.
- Seringlah menyaksikan pertandingan-perrtandingan pencak silat.
Apabila point-point tersebut di atas dapat dilaksanakan, maka suatu perguruan sudah
bisa dikatakan siap untuk berpartisipasi mengikuti pertandingan pencak silat pada
kategori tanding.
.
Ø SERANGAN LANGSUNG
Serangan langsung dapat dilakukan terhadap posisi atau sikap pertahanan lawan yang
diperkirakan lemah. Anda perlu memperkirakan jarak ideal anda dengan lawan. Jarak
yang terlalu jauh memerlukan waktu yang relatif lebih lama dalam menjangkau sasaran.
Selain itu lawan akan mudah menerka ke mana arah serangan, sehingga lawan akan
mudah mengantisipasinya. Demikian pula jarak yang terlalu dekat menjadikan
serangan menjadi tidak efektif.
Teknik serangan langsung memerlukan kecepatan tinggi, karena harus dianggap
bahwa lawan berada dalam posisi siaga penuh saat menunggu serangan anda. Namun
di sisi lain anda juga harus jeli dalam menilai sikap lawan. Perhatikan saat lawan
lengah, tentukan waktu yang tepat untuk melancarkan serangan langsung. Tenaga
yang akan dikeluarkan juga harus memiliki tenaga ledak (explosive) tinggi untuk
mendapatkan hasil yang optimal.(Graspuzi)
A. Serangan langsung yang mendapat nilai 1 (satu)
Serangan dengan tangan yang masuk pada sasaran tanpa terhalang oleh
tangkisan, hindaran, atau elakan lawan. Serangan dengan tangan yang dinilai
adalah serangan yang masuk pada sasaran, menggunakan teknik serangan
menggunakan tangan dalam bentuk apapun, bertenaga, mantap, tanpa terhalang
oleh tangkisan atau elakan dengan dukungan kuda-kuda atau tumpuan kaki yang
baik. Di samping itu harus diperhatikan jarak jangkauan yang tepat dan lintasan
serangan yang benar.
B. Serangan langsung yang mendapat nilai 2 (dua)
Serangan dengan kaki yang masuk pada sasaran tanpa terhalang oleh tangkisan,
hindaran, atau elakan lawan. Serangan dengan kaki yang dinilai adalah serangan
yang masuk pada sasaran, menggunakan teknik serangan menggunakan kaki
dalam bentuk apapun, bertenaga, mantap, tidak disertai tangkapan/pegangan, tanpa
terhalang oleh tangkisan atau elakan dengan dukungan kuda-kuda atau tumpuan
kaki yang baik. Di samping itu harus diperhatikan jarak jangkauan yang tepat dan
lintasan serangan yang benar.
C. Serangan langsung yang mendapat nilai 3 (tiga)
Teknik jatuhan yang berhasil menjatuhkan lawan. Teknik jatuhan yang dinilai adalah
berhasilnya pesilat menjatuhkan lawan sehingga bagian tubuh dari lutut ke atas
menyentuh matras.
v TEKNIK PEREGANGAN
Peregangan adalah salah satu bentuk persiapan awal dalam melakukan aktivitas
olahraga, termasuk olahraga beladiri. Pada perguruan beladiri moderen biasanya
dalam latihan sudah dimasukkan unsur ilmu kesehatan dan olahraga, di antaranya
teknik peregangan. Teknik peregangan perlu dikuasai oleh para pelatih dan atlet
karena manfaatnya sangat besar, namun tentu saja setiap cabang olahraga di
samping memiliki teknik peregangan yang bersifat umum juga memiliki teknik
peregangan yang lebih spesifik. Pada kesempatan ini sebagai pendahuluan akan
diuraikan beberapa manfaat melakukan pemanasan, peregangan, serta beberapa
kondisi yang tidak dianjurkan untuk melakukan peregangan.
Sebelum melakukan peregangan sebaiknya terlebih dahulu melakukan pemanasan
(warm-up), walaupun ada pendapat lain yang menyatakan bahwa pemanasan sebaiknya
dilakukan setelah melakukan peregangan. Pemanasan merupakan salah satu bagian
dasar dari program latihan permulaan yang terdiri dari sekelompok latihan yang dilakukan
pada saat hendak melakukan aktivitas olahraga.
Beberapa manfaat melakukan pemanasan adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan suhu tubuh beserta jaringan-jaringannya.
2. Menaikkan aliran darah melalui otot-otot aktif.
3. Meningkatkan detak jantung sehingga dapat mempersiapkan bekerjanya sistem
jantung dan pembuluh darah (cardiovaskular).
4. Menaikkan tingkat energi yang dikeluarkan oleh metabolisme tubuh.
5. Meningkatkan pertukaran (pengikatan) oksigen dalam hemoglobin.
6. Meningkatkan kecepatan perjalanan sinyal saraf yang memerintah gerakan tubuh.
7. Meningkatkan efisiensi dalam proses reciprocal innervation, sehingga memudahkan
otot-otot berkontraksi dan rileks secara lebih cepat dan efisien.
8. Meningkatkan kapasitas kerja fisik atlet.
9. Mengurangi adanya ketegangan pada otot.
10. Meningkatkan kemampuan jaringan penghubung dalam gerakan memanjang
atau meregang.
11. Terjadi peningkatan kondisi tubuh atlet secara psikologis.
Intensitas dan lamanya waktu dalam melakukan pemanasan sebaiknya disesuaikan
dengan kemampuan fisik atlet dan kondisi yang ada. Pada intinya, pemanasan tersebut
harus dilakukan cukup intensif untuk meningkatkan suhu tubuh sehingga menyebabkan
berkeringat, akan tetapi jangan melakukan pemanasan terlalu berlebihan sehingga
menyebabkan keletihan. Pada cuaca yang dingin latihan pemanasan tersebut dapat
dilakukan secara lebih intensif lagi.
Setelah selesai melakukan pemanasan, barulah mulai melakukan peregangan. Salah satu
tujuan peregangan adalah untuk mencapai kelenturan, yaitu kemampuan untuk
menggerakkan otot beserta persendian pada seluruh daerah pergerakan. Meskipun
demikian, peregangan hanya bermanfaat apabila dilakukan secara benar sebagaimana
mestinya. Beberapa alasan mengapa para atlet melakukan peregangan untuk
memperbaiki dan meningkatkan kelenturan tubuhnya adalah sebagai berikut:
1. Dapat meningkatkan kebugaran fisik seorang atlet.
2. Bisa mengoptimalkan daya tangkap, latihan, dan penampilan atlet pada berbagai
bentuk gerakan yang terlatih.
3. Dapat meningkatkan mental dan relaksasi fisik atlet.
4. Dapat meningkatkan perkembangan kesadaran tubuh atlet.
5. Dapat mengurangi risiko keseleo sendi dan cedera otot (kram)
6. Dapat mengurangi risiko cedera punggung
7. Dapat mengurangi rasa nyeri otot.
8. Dapat mengurangi rasa sakit yang menyiksa pada saat menstruasi bagi atlet wanita.
9. Dapat mengurangi ketegangan otot.
Di samping manfaat tersebut di atas, ternyata pada beberapa hal tertentu peregangan
tidak dianjurkan untuk dilakukan, bahkan boleh dikatakan jangan dilakukan bagi orangorang
yang berada dalam keadaan sebagai berikut:
• Tulang sukar digerakkan.
• Sedang mengalami patah tulang.
• Telah teridentifikasi maupun terdapat gejala peradangan atau infeksi akut pada
daerah sekitar sendi.
• Telah teridentifikasi maupun terdapat gejala osteoporosis.
• Terjadi rasa sakit yang akut dan menyiksa pada pergerakan sendi maupun pada
saat pemanjangan otot (elongasi).
• Baru mengalami cedera keseleo atau ketegangan pada otot.
• Sedang menderita karena penyakit tertentu pada pembuluh darah maupun penyakit
kulit.
• Terdapat pengurangan atau penurunan fungsi pada daerah pergerakan.
Sebelum memulai melakukan program peregangan anda harus memperhatikan petunjukpetunjuk
berikut ini:
• Berkunjung ke dokter dan melakukan pemeriksaan medis setiap akan memulai
program latihan.
• Selalu mengutamakan keselamatan anda dan menghindari cedera pada tubuh
anda.
• Identifikasikan tujuan-tujuan tertentu yang ingin dicapai dan realistis dalam
melakukan peregangan.
• Tidak melakukan peregangan segera setelah makan.
• Perut dalam keadaan kosong sebelum melakukan peregangan, demikian juga
kandung kemih.
• Mengenakan pakaian yang longgar dan nyaman.
• Sebaiknya menanggalkan perhiasan yang dipakai.
• Hindari gula-gula, manisan, dan permen karet.
• Memilih tempat yang bersih dan tenang.
• Lakukan peregangan pada permukaan tempat yang tidak licin (mempergunakan
alas atau matras yang kuat).
Sebelum mulai melakukan peregangan rutin, usahakan selalu mengikuti pedoman berikut
:
1. Latihan pemanasan terlebih dahulu sebelum melakukan peregangan.
2. Tingkatkan sikap mental positif.
3. Identifikasi kelompok otot yang akan diregangkan.
4. Lakukanlah gerakan-gerakan peregangan secara perlahan-lahan dan berirama.
5. Gunakan instruktur yang tepat dan berusaha melakukan gerakan peregangan
secara benar dan terarah.
6. Menghirup udara secara normal dan tanpa beban serta tekan hembusan napas
(secara perlahan-lahan) pada saat melakukan gerakan peregangan.
7. Lakukan peregangan selama 20 – 30 detik kemudian rileks. Jangan memaksa
melakukan peregangan di luar kemampuan tubuh anda.
8. Berkonsentrasi dan menghayati aktivitas peregangan.
9. Mengantisipasi dan berkomunikasi terhadap segala kemungkinan yang terjadi
apabila melakukan peregangan dengan teman anda.
10. Mengawali dan mengakhiri setiap gerakan peregangan dengan hati-hati.
Disarikan dari Buku 300 Teknik Peregangan Olahraga – Nichael J. Alter, MS.
Ø PEREGANGAN TANPA PASANGAN
Sebagai pedoman, pada umumnya tahapan-tahapan dalam melakukan peregangan
adalah sebagai berikut: Hembuskan nafas pada proses membentuk sikap tertentu,
kemudian bertahan pada posisi meregang dalam hitungan tertentu, dan diakhiri
dengan mengendurkan otot kembali. Lakukan bagian kanan dan kiri secara
bergantian.
Anda dapat memodifikasi jenis peregangan ini dengan teknik-teknik yang lain, namun
harus dengan bimbingan seorang yang ahli, karena sebagaimana telah diterangkan,
apabila peregangan dilakukan tanpa cara yang benar, bukan manfaat yang didapat
melainkan cedera yang mungkin terjadi. (Graspuzi)
Dorong dagu ke atas sambil
tengadah.
Tarik belakang kepala ke
depan sambil menunduk.
Dorong dagu ke samping
sambil menoleh ke samping.
Tarik kepala ke samping
sambil memiringkan kepala.
Simpan tangan di depan
badan. Tarik sikut ke
belakang.
Simpan tangan di belakang
kepala. Tarik sikut ke bawah.
Pilin jari tangan. Angkat
kedua tangan ke atas
Pilin jari tangan. Angkat
kedua tangan ke atas
kemudian miringkan ke
samping.
Rentangkan tangan ke depan.
Tarik jari ke arah badan.
Tekan punggung telapak
tangan ke samping bagian
dalam.
Tekuk lutut depan. Luruskan
kaki belakang.
Tekuk lutut belakang.
Luruskan kaki depan sambil
merendahkan badan.
Duduk bersila. Kedua telapak
kaki dirapatkan, lutut
diturunkan.
Kepala menyentuh punggung
telapak tangan yang
menempel di lantai.
Kaki diluruskan ke depan.
Kepala menyentuh lutut.
Ø PEREGANGAN BERPASANGAN
Sebagai pedoman, pada umumnya tahapan-tahapan dalam melakukan peregangan
berpasangan tidak berbeda dengan peregangan tanpa pasangan, yaitu: Hembuskan
nafas pada proses membentuk sikap tertentu, kemudian bertahan pada posisi
meregang dalam hitungan tertentu. Kedua orang yang sedang berlatih harus selalu
berkomunikasi. Yang berperan sebagai pembantu harus tahu batas daya regang otot
temannya, demikian juga yang sedang melakukan peregangan harus memberitahu
pada temannya, apakah sudah cukup atau belum. Akhiri peregangan dengan
mengendurkan otot kembali. Lakukan bagian kanan dan kiri secara bergantian.
Peregangan berpasangan dapat dilakukan sambil berdiri, duduk, atau berbaring. Anda
dapat memodifikasi jenis peregangan ini dengan teknik-teknik yang lain, namun harus
dengan bimbingan seorang yang ahli, karena sebagaimana telah diterangkan, apabila
peregangan dilakukan tanpa cara yang benar, bukan manfaat yang didapat melainkan
cedera yang mungkin terjadi. (Graspuzi)
o PEREGANGAN BERPASANGAN SAMBIL BERDIRI
o PEREGANGAN BERPASANGAN SAMBIL DUDUK
o PEREGANGAN BERPASANGAN SAMBIL BERBARING
v JURUS TUNGGAL BAKU
JURUS TANGAN KOSONG
Anda pernah menyaksikan iklan salah satu produk rokok yang
menampilkan jurus-jurus pencak silat di televisi? Itulah cuplikan
jurus pertama dari Jurus Tunggal Baku. Jurus ini terdiri dari tiga
kelompok rangkaian gerak, yaitu kelompok rangkaian gerak
tangan kosong yang terdiri dari tujuh jurus, kelompok rangkaian
gerak bersenjata golok yang terdiri dari tiga jurus, dan kelompok
rangkaian gerak bersenjata tongkat panjang yang terdiri dari
empat jurus. Jadi semuanya berjumlah empat belas jurus yang terdiri dari seratus
gerakan dan harus dilakukan selama 3 menit. Pada kesempatan ini ditampilkan
rangkaian pertama Jurus Tunggal tangan kosong. Pada edisi mendatang akan dibahas
pula peragaan menggunakan golok dan tongkat panjang. (Graspuzi)
Sikap awal, kedua tangan
dilipat di depan pusar dengan
posisi pergelangan tangan kiri
digenggam oleh tangan
kanan. Pandangan lurus ke
depan. (foto 0)
Kaki kiri mundur membentuk
kuda-kuda lurus dengan titik
berat di tengah badan.
Bersamaan dengan itu putar
tangan kiri di samping kiri
badan dengan gerakan
melingkar ke atas diikuti
dengan pandangan mata,
sementara tangan kanan
mengikuti putaran tangan kiri
dengan gerakan melingkar ke
bawah (foto 1a).
Tanpa berhenti lanjutkan
putaran tersebut, tangan kiri
diturunkan ke bawah
sementara tangan kanan
dengan telapak terbuka
menghadap ke atas
digerakkan ke depan melalui
bagian dalam tangan kiri.
Posisi akhir punggung
telapak tangan kiri menempel
di bawah sikut kanan.
Pandangan lurus ke depan
(foto 1b).
Geser kaki kiri ke depan Angkat kaki kanan sambil Langkahkan kaki kanan lurus
sampai rapat ke kaki kanan.
Tarik tangan kanan sedikit ke
belakang dan di depan kening
lakukan tepukan punggung
telapak tangan kanan yang
berada di bawah dengan
telapak tangan kiri yang
berada di atas (foto 2a).
menggerakkan kedua telapak
tangan melalui belakang
kepala dan berhenti di depan
dada (foto 2b).
ke depan membentuk kudakuda
lurus dengan titik berat
disimpan di kaki depan,
lakukan dorongan dengan
kedua telapak tangan ke
depan (foto 2c).
Gerakkan tangan kanan ke
bawah sikut kiri diikuti
pandangan mata (foto 3a).
Lakukan tangkapan dengan
tangan kanan yang
dilanjutkan dengan tarikan ke
pinggang kanan, sementara
telapak tangan kiri melakukan
gerak mematahkan ke arah
kanan dan berhenti di depan
rusuk kanan (foto 3b).
Luruskan kedua tangan ke
depan agak menyerong ke
atas dengan posisi telapak
tangan menghadap ke bawah
(foto 4a).
Tarik kedua tangan sambil
dikepal dengan punggung
kepalan berada di bawah,
bersamaan dengan itu
lakukan dengkulan
menggunakan lutut kiri. Posisi
lutut berada di tengah kedua
kepalan tangan (4b).
Lakukan lompatan di tempat
sambil melakukan tendangan
lurus ke depan menggunakan
kaki kanan. Posisi tangan
kanan lurus ke bawah sambil
mengepal, sementara tangan
kiri dengan telapak terbuka
menyilang di depan dada
(foto 5).
Turunkan kaki kanan ke
depan arah serong kanan.
Tarik kepalan tangan kanan
ke pinggang kanan,
sementara tangan kiri dengan
telapak terbuka menyilang di
depan dada. Pandangan
menuju ke arah kiri (foto 6a).
Putar badan ke kiri, titik berat
dipindahkan ke kaki kiri.
Bersamaan dengan itu
lakukan tangkisan keluar
menggunakan tangan kiri
Pindahkan titik berat ke
tengah badan sambil
merendahkan kuda-kuda.
Bersamaan dengan itu tarik
kepalan tangan kanan ke
sambil melakukan pukulan
lurus ke depan dengan
menggunakan tangan kanan
(foto 6b).
pinggang kanan sambil
melakukan dorongan
menggunakan telapak tangan
kiri ke depan. Gerakan ini
dilakukan dengan perlahan
(foto 7)
JURUS BERSENJATA GOLOK
Setelah selesai memperagakan jurus tangan kosong, sebagai
lanjutannya diperagakan jurus bersenjata golok. Golok atau
parang yang dipergunakan berukuran antara 30 cm s.d. 40 cm.
Jurus bersenjata golok semuanya berjumlah tiga rangkaian.
Biasanya ketika pesilat mulai memegang golok, peragaan telah
berjalan sekitar satu setengah menit. Pada kesempatan ini akan
ditampilkan rangkaian pertama jurus golok. (Graspuzi)
Setelah mengambil golok,
berdiri dan mundur tiga
langkah membentuk kudakuda
silang depan kaki
kanan di depan. Golok
dipegang tangan kanan
dan berada di belakang
Angkat kaki kanan.
Bersamaan dengan itu
lakukan sikap pasang dengan
menggerakkan golok diagonal
ke bawah sehingga berada di
depan badan. (foto 2)
Turunkan kaki kanan ke
samping kanan. Bersamaan
dengan itu lakukan tebangan
ke arah luar. (foto 3a).
setinggi bahu. (foto 1).
Putar badan ke kiri sambil
melakukan tebangan ke
arah dalam, sementara
tangan kiri dengan telapak
terbuka menyilang di
depan dada. Pandangan
mengikuti gerakan golok.
(foto 3b).
Kaki kanan melangkah ke
arah serong kiri dengan
menggunakan langkah silang,
sementara tangan kiri dengan
telapak terbuka menyilang di
depan dada. (foto 3c).
Kaki kiri melangkah ke arah
serong kiri, titik berat berada
di kaki kiri sementara tangan
kiri dengan telapak terbuka
menyilang di depan dada.
(foto 3d).
Balikkan badan ke arah
serong kanan belakang
membentuk kuda-kuda
serong dengan titik berat
berada di kaki kanan,
bersamaan dengan itu
lakukan bacokan ke arah
luar. (foto 4).
Tarik kaki kanan sedikit ke
belakang, sambil menarik
golok sedikit ke belakang.
(foto 5a).
Geserkan lagi kaki kanan ke
depan, bersamaan dengan itu
lakukan tusukan ke depan.
(foto 5b).
Langkahkan kaki kiri ke
samping kiri sambil
menyilangkan golok di
depan dada. (foto 6a)
Berbalik kembali menghadap
ke depan membentuk kudakuda
tengah. Bersamaan
dengan itu lakukan tebangan
ke arah luar. (foto 6b).
Ayunkan golok ke arah kiri,
sementara tangan kiri dengan
telapak terbuka menyilang di
depan dada. (foto 7a).
Angkat kaki kanan sambil
melakukan tebasan ke bawah
arah luar. (foto 7b).
JURUS BERSENJATA TONGKAT/ TOYA
Setelah selesai jurus golok, maka sebagai lanjutannya akan
diperagakan cuplikan jurus bersenjata tongkat. Tongkat yang
dipergunakan terbuat dari rotan dengan ukuran panjang antara
150 cm s.d. 180 cm, dengan garis tengah 2,5 cm s.d. 3,5 cm.
Jurus tongkat semuanya berjumlah empat rangkaian yang
dimulai setelah akhir jurus bersenjata golok. Pada kesempatan
akan ditampilkan rangkaian pertama jurus tongkat. (Graspuzi)
Sumber:
http://duel.melsa.net.id/tunggalbaku02.html
http://duel.melsa.net.id/03jurustunggal.html
http://duel.melsa.net.id/04tunggalbaku.html
http://duel.melsa.net.id/05tunggalbaku.html
http://duel.melsa.net.id/tktanding02.html
http://duel.melsa.net.id/regang02.html
http://duel.melsa.net.id/03peregangan.html
http://duel.melsa.net.id/04peregangan.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar